OSIS SMK BHAKTI NUSANTARA

bersama membangun kejayaan dalam keberagaman

OSIS ITU APA?

Posted by osisbhinus pada 4 Desember 2008

OSIS

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Logo OSIS

OSIS (kepanjangannya adalah Organisasi Siswa Intra Sekolah) adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah yaitu Sekolah Menengah Pertama((SMP)) dan Sekolah Menengah Atas((SMA)). OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing seorang guru yang dipilih oleh pihak sekolah.

Anggota OSIS adalah seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada. Seluruh anggota OSIS berhak untuk memilih calonnya untuk kemudian menjadi pengurus OSIS.

[sunting] Latar Belakang berdirinya OSIS

Tujuan nasional Indonesia, seperti yang tercantum pada Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dan secara operasional diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Pembangunan Nasional dilaksanakan di dalam rangka pembangunan Manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Pembangunan pendidikan merupakan bagian dari Pembangunan Nasional. Di dalam garis-garis besar haluan Negara ditetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.

Garis-garis Besar Haluan Negara juga menegaskan bahwa generasi muda yang di dalamnya termasuk para siswa adalah penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan nasional yang berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar 1945.

Mengingat tujuan pendidikan dan pembinaan generasi muda yang ditetapkan baik di dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 maupun di dalam garis-garis besar Haluan Negara amat luas lingkupnya, maka diperlukan sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang merupakan jalur pendidikan formal yang sangat penting dan strategis bagi upaya mewujudkan tujuan tersebut, baik melalui proses belajar mengajar maupun melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.

[sunting] Wawasan Wiyatamandala

Dengan memperhatikan kondisi sekolah dan masyarakat dewasa ini yang umumnya masih dalam taraf perkembangan, maka upaya pembinaan kesiswaan perlu diselenggarakan untuk menunjang perwujudan sekolah sebagai Wawasan Wiyatamandala.

Berdasarkan surat Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah nomor :13090/CI.84 tanggal 1 Oktober 1984 perihal Wawasan Wiyatamandala sebagai sarana ketahanan sekolah, maka dalam rangka usaha meningkatkan pembinaan ketahanan sekolah bagi sekolah-sekolah di lingkungan pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasra dan Menengah, Departemen pendidikan dan kebudayaan, mengeterapkan Wawasan Wiyatamandala yang merupakan konsepsi yang mengandung anggapan-anggapan sebagai berikut.

  • Sekolah merupakan Wiyatamandala (lingkungan pendidikan) sehingga tidak boleh digunakan untuk tujuan-tujuan diluar bidang pendidikan.
  • Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh untuk menyelenggarakan seluruh proses pendidikan dalam lingkungan sekolahnya, yang harus berdasarkan Pancasila dan bertujuan untuk:
    1. meningkatkan ketakwaan teradap Tuhan yang maha Esa,
    2. meningkatkan kecerdasan dan keterampilan,
    3. mempertinggi budi pekerti,
    4. memperkuat kepribadian,
    5. mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air.
  • Antara guru dengan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama yang baik untuk mengemban tugas pendidikan.
  • Para guru, di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, harus senantiasa menjunjung tinggi martabat dan citra guru sebagai manusia yang dapat digugu (dipercaya) dan ditiru, betapapun sulitnya keadaan yang melingkunginya.
  • Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya, namun harus mencegah masuknya sikap dan perbuatan yang sadar atau tidak, dapat menimbulkan pertientangan antara kita sama kita.

Untuk mengimplementasikan wawasan Wiyatamandala perlu diciptakan suatu situasi di mana siswa dapat menikmati suasana yang harmonis dan menimbulkan kecintaan terhadap sekolahnya, sehingga proses belajar mengajar, kegiatan kokurikuler, dan ekstrakurikuler dapat berlangsung dengan mantap.

Upaya untuk mewujudkan wawasan Wiyatamandala antara lain dengan menciptakan sekolah sebagai masyarakat belajar, pembinaan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), kegiatan kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra-kurikuler, serta menciptakan suatu kondisi kemampuan dan ketangguhan yakni memiliki tingkat keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, dan kekeluargaan yang mantap.

[sunting] Struktur Organisasi

Pada dasarnya setiap OSIS di satu sekolah memiliki struktur organisasi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Namun, biasanya struktur keorganisasian dalam OSIS terdiri atas:

  • Pembimbing – (Biasanya adalah seorang guru ataupun kepala sekolah)
  • Ketua
  • Wakil Ketua
  • Bendahara
  • Sekretaris
  • Sekretaris Bidang (sekbid) yang mengurusi setiap kegiatan yang dilakukan siswa di sekolah

Dan biasanya dalam struktur kepengurusan OSIS memiliki beberapa pengurus yang bertugas khusus mengkoordinasikan masing-masing kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sekolah.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

ISI PROPOSAL KEGIATAN

Posted by osisbhinus pada 4 Desember 2008

ISI PROPOSAL

1. Pendahuluan / Latar Belakang
Berisi kata pengantar yang disampaikan untuk memberikan gambaran tentang sesuatu yang di-proposal-kan.

2. Nama Kegiatan
Berisi nama kegiatan yang akan diselenggarakan, misal : MOS 2005.

3. Tema Kegiatan
Berisi tema dari kegiatan yang akan diselenggarakan.

4. Dasar Pemikiran / Dasar Pelaksanaan
Berisi hal-hal mendasar yang melandasi diadakannya suatu kegiatan. Misalnya saja seperti :
a. Melihat situasi dan kondisi sesuatu yang di-proposal-kan, misalnya seperti bangunan sekolah yang sudah rusak dan untuk segera direnovasi.
b. Surat dari pimpinan/kepala sekolah tentang sesuatu hal untuk dilaksanakan.
c. Hasil rapat-rapat
d. Program Kerja.

5. Tujuan
Berisi tujuan diadakannya kegiatan.

6. Bentuk Kegiatan

7. Sasaran / Peserta
Berisi pihak yang dikenai kegiatan.

8. Waktu dan Tempat Kegiatan
Berisi hari, tanggal, waktu, serta tempat dilaksanakannya kegiatan.

9. Susunan Panitia
Berisi susunan panitia penyelenggara kegiatan.

10. Rencana Kegiatan
Berisi rangkaian kegiatan yang direncanakan dari awal acara hingga akhir acara.

11. Rencana Anggaran
Berisi rencana anggaran untuk menyelenggarakan suatu kegiatan;
a. Pemasukan : memuat dari mana sumber biaya dan besarnya anggaran yang diperoleh.
b. Pengeluaran : memuat pos-pos pengeluaran dan besarnya anggaran yang dikeluarkan.

12. Pelaporan
Berisi komitmen dari kepanitiaan mengenai batas waktu menyusun laporan.

13. Penutupan
Berisi harapan dari penyelenggara agar kegiatan dapat berjalan dengan baik dan sukses

Catatan :
Apabila acara yang diselenggarakan direncanakan melibatkan pihak ketiga (sponsor), maka sebaiknya juga dilampiri dokumentasi kegiatan (foto atau VCD) serupa yang pernah diselenggarakan sebelumnya (apabila pernah menyelenggarakan).

PROPOSAL SPONSORSHIP

1. Pendahuluan
Berisi kata pengantar yang disampaikan untuk memberiklan gambaran mengenai kerjasama yang dilakukan oleh panitia kepada pihak ketiga (sponsor).

2. Ketentuan Sponsorship
Berisi mengenai ketentuan-ketentuan sponsorship, seperti tentang batas akhir penyerahan materi sponsorship, pembatalan sponsorship, dsb.

3. Bentuk Kerjasama Sponsorship yang ditawarkan
Berisi paket-paket promosi yang ditawarkan kepada pihak ketiga (sponsor).
Seperti : Sponsor Tunggal, Sponsor Utama, Sponsor Kedua, dst.
Termasuk juga media/bentuk sponsorship yang ditawarkan kepada pihak ketiga (sponsor).

4. Detail Spesifikasi Sponsorship yang ditawarkan.
Berisi spesifikasi bentuk sponsorship yang ditawarkan.
Seperti : spanduk, leaflet, dsb serta ketentuan teknis mengenai bentuk sponsorship tersebut, seperti ukuran ruang sponsor, bahan yang dipergunakan, warna, harga, jumlah, harga, pemasangan, penyedia materi, dan yang penting keuntungan yang diperoleh oleh sponsor. Dsb.

Catatan :
Isi proposal harus disusun menarik, baik penampilan maupun isinya, sehingga orang yang membacanya dapat mengerti dengan mudah dan tertarik dengan isi atau apa yang akan ditawarkan.

COVER PROPOSAL

1. Cover proposal dibuat semenarik mungkin, sehingga dapat menarik perhatian dari pihak yang diberi proposal (sponsor).
2. Cover harus memuat Nama keigatan dan bentuk kegiatan yang diselenggarakan sehingga pihak sponsor tahu apakah kegiatan yang diselenggarakan itu ‘parade band’, ‘pentas seni’, ‘lomba karya ilmiah’ atau kegiatan lain. Selain itu juga memuat tanggal pelaksanaan dan pihak yang menyelenggarakan kegiatan.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

persiapan setelah semesteran

Posted by osisbhinus pada 4 Desember 2008

jadi juga rapat persiapan pasca semesteran. wal hasil dapat panitia n jenis lomba setelah semesteran. diteruskan dengan rapat persiapan pengganti pengurus baru.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

pembentukan pengurus osis periode 2008-2009

Posted by osisbhinus pada 4 Desember 2008

hari ini selasa 2 desember 2009 osis smk bhinus membentuk pengurus baru. dilanjutkan dengan rapat pembuatan program kerja. walau banyak kendala semoga smk bhinus terus maju

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

UCAPAN SELAMAT

Posted by osisbhinus pada 2 Desember 2008

SELAMAT ATAS TERPILIHNYA PENGURUS OSIS BARU PERIODE 2008-2009

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.